Foto Trekking Seru ke Puncak Kuta Malaka di Aceh

Aceh tidak hanya punya pantai dan kuliner enak, namun juga gunung. Salah satunya adalah Gunung Kuta Malaka di Aceh Besar. Walaupun jalur trekkingnya masih berbatu dan sulit, namun setara dengan keindahan dari puncaknya.

Akhir pekan, Gunung Kuta Malaka menjadi salah satu objek untuk dikunjungi. Jalanan menuju ke sana masih sangat alami dan belum diaspal sama sekali. Menuju Kuta Malaka, kita akan melewati beberapa anak sungai yang melintas di depan.

Bukit Kuta Malaka, gunung hijaunya akan memanjakan mata pengunjung

Menuju Gunung Kuta Malaka, pengunjung akan melewat beberapa anak sungai seperti ini. Setidaknya pengunjung harus melewati 5 anak sungai sebelum tiba di puncak Kuta Malaka

Bahkan tak jarang pengunjung harus turun teerlebih dahulu, agar beban bagi kendaan berkurang ketika melewati anak sungai ini

Rute untuk menuju Kuta Malaka masih berbatu, bahkan tak jarang para pengunjung harus mendorong kendaraan roda duanya untuk mencapai puncak Kuta Malaka

Pengunjung yang masih dalam perjalanan menuju puncak Kuta Malaka

Inilah salah satu pemandangan alam Gunung Kuta Malaka di Aceh Besar

Untuk melihat pemandangan ini, pengunjung harus mempersiapkan kaki yang kuat untuk mencapai puncak Kuta Malaka

Berpose dengan latar awan yang cerah

Foto Indahnya Kehidupan Muslim di Ko Panyi, Thailand

Di Provinsi Phang Nga, Thailand, terdapat satu desa Muslim yang terkenal di kalangan wisatawan. Namanya Ko Panyi, yang menempati sebuah pulau cantik. Kehidupannya sederhana namun indah, masyarakatnya pun sangat ramah.

Moslem Village Ko Panyi menempati sebuah pulau di Provinsi Phang Nga, Thailand. Letaknya tak jauh dari Pulau Phuket, sekitar 1 jam menggunakan kapal.

Ko Panyi merupakan destinasi wisata populer bagi turis di Thailand. Mayoritas operator wisata memasukkan Ko Panyi sebagai salah satu tempat singgah dalam One Day Tour dari Phuket.

Begitu merapat ke dermaga, traveler bisa melihat lapangan futsal terapung yang jadi salah satu ciri Ko Panyi.

Masjid Panyi adalah ikon utama Ko Panyi. Masjid megah ini punya beberapa kubah emas.

Masjid Panyi menjadi pusat kegiatan Islami di pulau tersebut. Saat ini Ko Panyi dihuni sekitar 2.000 penduduk, semuanya beragama Islam.

Jika dirunut sejarahnya, 2 keluarga pertama yang mendiami Ko Panyi berasal dari Jawa. Itulah mengapa dinamakan ‘Panyi’, serapan dari ‘panji’ yang artinya ‘bendera’ dalam bahasa Jawa.

Kehidupan di Ko Panyi serba sederhana. Rumah-rumah berderet di gang yang tak terlalu besar. Tak ada rumah megah, namun semuanya hidup harmonis.

Pasar yang berada di tengah pulau menjadi atraksi utama turis di Ko Panyi. Traveler bisa membeli aneka suvenir mulai dari kartu pos, kaus, sampai makanan yang pastinya halal.

Alih-alih menjual baju khas Thailand, masyarakat Ko Panyi menjual pakaian yang mirip Baju Kurung khas Malaysia. Ini karena penduduk di pulau tersebut beragama Islam.

Foto Pulau Harapan, Pulau Cantik di Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu yang ada di sebelah utara Jakarta kini menjadi destinasi favorit warga ibukota. Indahnya perairan yang masih alami, serta tanpa polusi membuat pulau-pulau cantik menjadi sering dikunjungi para traveler. Salah satunya adalah Pulau Harapan.

Pulau Harapan adalah salah satu dari ratusan pulau yang berada di Kepulauan Seribu. Keindahan Pulau ini sangat menakjubkan karena kondisi laut yang masih bersih dan jernih. Pengunjung dapat bermain air sepuasnya sekaligus menikmati keindahan pulau ini.

View pemandangan laut dekat Pulau Harapan

Senja di Pulau

Perahu pengunjung yang akan snorkeling

Pengunjung yang siap bermain dengan air laut dan melihat keindahannya

Pemandangan dari Pulau Genteng Kecil

Perahu tradisional masyarakat

Terumbu karang dan kehidupannya di bawah laut

Salah satu aset bawah laut Pulau Harapan

Sunset

Foto Ssst, Ini Nama Asli Pantai Indrayati di Gunungkidul

Pecinta pantai yang sering main ke daerah Gunungkidul di Yogyakarta tentu kenal Pantai Indrayanti, tapi ternyata pantai ini punya nama lain. Karena Indrayati sendiri merupakan nama sebuah restoran di sana.

Aslinya, Pantai Indrayanti memiliki nama Pantai Pulang Sawal. Nama Indrayanti sendiri adalah nama sebuah restoran yang ada di sini.

Dua tempat yang berbeda, namun mempunyai nama yang sama mungkin sudah biasa. Namun, bagaimana bila satu tempat mempunyai dua nama? Mungkin ini masih jarang terdengar oleh telinga. Di Gunungkidul, ada pantai cantik yang punya dua nama.

Sejumlah wisatawan menikmati keindahan Pantai Indrayanti, di bawah payung pantai yang khas.

Payung-payung pantai yang berjejer rapi di sepanjang Pantai Indrayanti, menambah keelokan pantai.

Sejumlah wistawatan sedang menikmati keindahan pantai.

Sisi timur Pantai Pulangsawal atau yang lebih dikenal dengan nama Indrayanti di Gunungkidul, Yogyakarta.

Sisi barat Pantai Indrayanti.

Anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah di pantai ini.

Air lautnya jernih lho!

Ramai!!!

Pantai Indrayanti menjelang senja.

Liburan? Harus ke pantai ini!

Foto Uniknya Batu Hiu di Sungai Citarum Purba

Sungai Citarum termasuk salah satu sungai terpanjang di Indonesia. Satu yang unik di sungai tersebut yaitu adanya Batu Hiu. Konon, ada fosil hewan purba yang masih tersimpan di sini. Sangat unik!

Batu hiu, demikian disebutnya. Batu kapur yang membentuk kepala hiu itu sangat unik karena terdapat beberapa fosil yang sangat berharga. Batu ini terdapat di aliran purba sungai Citarum, berdekatan dengan turbin bendungan Saguling. Dengan melihatnya, Kita seakan kembali ke jaman batu raksasa, Megalitikum. Luar Biasa!

Roooar, awas hiu mencaplokmu

Fosil moluska yang menunjukan bahwa jutaan tahun lalu tempat ini adalah lautan

Batu hiu dari bagian belakang

Batu hiu yang eksotik di aliran Citarum Purba

Foto Sudut-sudut Cantik Gunung Papandayan di Garut

Garut punya Gunung Papandayan yang asyik untuk didaki. Hamparan bunga edelweis dan lanskap hutan cantik terlihat jelas dari gunung yang punya ketinggian 2665 mdpl ini. Beginilah sudut-sudut cantiknya.

Gunung Papandayan merupakan gunung aktif yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Gunung ini sangat cocok bagi pendaki pemula karena medannya yang tidak terlalu berat serta air yang berlimpah.

Foto bersama di Camp David yang merupakan titik awal pendakia Gunung Papandayan

Awal jalur berupa tanjakan menuju kawah yang masih aktif

Melewati kawah

Jalur landai setelah kawah

Diwajibkan untuk melaporkan rombongan di Pos Gober Hut

Pondok Salada, tempat untuk mendirikan tenda dan bisa menampung banyak tenda

Berpose di Hutan mati Papandayan

Tidak lengkap rasanya jika ke Papandayan tanpa mengunjungi Tegal Alun yang merupakan taman edelweiss

Pemandangan dari Kawah

Foto Candi Plaosan, Simbol Cinta Abadi

Candi Plaosan di Klaten, Jawa Tengah adalah simbol cinta abadi antara Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan Pramodhawardhani pada masa kerajaan Mataram Kuno. Ada dua Candi kembar di sana yang menandakan tanda cinta mereka, walau tidak direstui.

Candi Plaosan merupakan perwujudan cinta sejati tanpa memandang perbedaan ras, etnis dan lainnya. Candinya dibangun oleh Rakai Pikatan, raja mataram kuno yang beragama Hindu. Dia jatuh cinta kepada Sri Kahulunan Pramodhawardhani yang beragama Buddha. Candi ini tidak begitu jauh dari Candi Prambanan, yuk tengok!

Keindahan cinta mewujudkan bangunan yang indah. Ini merupakan bangunan yang luar biasa dengan perpaduan arsitektur agama hindu dan budha.

Candi ini merupakan bangunan suci untuk agama buddha yang indah. Namun sayang, masih banyaknya candi pendamping yang rusak. Perlu usaha keras untuk mengembalikan kejayaan arsitektur candi ini.

Pada sisi lain, terdapat pendopo dimana tempat doa dan pengajaran agama buddha. Hal tersebut sangat umum dilihat pada wihara – wihara agama buddha saat ini.

Keberadaan Candi ini sebagai tempat wisata, perlu ditingkatkan dalam pengelolaannya dan sangat dimungkinkan untuk dikoneksi dengan travel agent dalam satu paket dengan Prambanan. Misalnya, informasi mengenai keberadaan candi tersebut dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Masih perlukan perluasan lahan dari area candi plaosan untuk taman, sehingga turis manca negara / local agar lebih betah menikmati suasana landscape plaosan yang indah.

Jika semua candi pengapit dan aksesoris bangunan bisa di rehabilitasi, kemungkinan ini merupakan salah satu candi terindah selain borobudur dan Prambanan. Perlunya peningkatan keamanan untuk melindungi candi plaosan dari tangan-tangan jahil. Saat ini banyak turis -turis lokal masih kurang menghormati status bangunan suci tersebut.

Sangat Indah! Salah satu bangunan yang menceritakan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi mewujudkan cinta sejati. Banyak bangunan monumental menceritakan cerita sedih, tetapi Plaosan merupakan bangunan monumental mendidik cerita indah tentang cinta.

Foto Kelenteng Antik & Kembang Api Seru di Meranti

Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki kelenteng di Selat Panjang yang asyik untuk saat Imlek. Ada perayaan dengan kembang api raksasa yang tidak boleh dilewatkan. Ramai dan heboh!

Vihara Sejahtera Sakti atau Kelenteng Hoo Ann Kiong adalah kelenteng tertua di Riau. Diperkirakan kelenteng ini dibangun tahun 1868 untuk menyembah Dewa Toa Pek Kong.

Suasana di halaman dalam. Kelenteng ini menjadi pusat perayaan Imlek setiap tahunnya. Ratusan warga Tionghoa berkumpul untuk sembahyang pada Dewa Toa Pek Kong di kelenteng.

Dipugar sampai beberapa kali, inilah kelenteng paling utama bagi warga Kab Kepulauan Meranti yang 30-40 persen warganya adalah etnis Tionghoa. Tampak dekorasi lampion yang indah.

Dari halaman dalam, kita bisa masuk ke ruang utama dengan altar Dewa Toa Pek Kong dan aneka meja persembahan. Imlek adalah waktu terbaik untuk datang ke kelenteng ini.

Di seberang jalan, ada lapangan yang juga menjadi pusat kegiatan Imlek. Lapangan ini menjadi panggung hiburan pesta rakyat.

Dewa Toa Pek Kong adalah dewa yang utama di kelenteng ini. Kita bisa melihat persembahyangan untuk sang dewa di sini.

Yang paling ditunggu-tunggu adalah pesta kembang api dan petasan. Ada 5 kembang api, masing-masing sebesar kardus air mineral dinyalakan Kapolres Kep Meranti bersama muspida dan tokoh Tionghoa.

Kembang api meledak di angkasa. Ratusan warga etnis Tionghoa yang datang ke vihara bertepuk tangan. Kembang api ini berlangsung cukup lama dan meriah mewarnai langit kota malam itu.

Minggu malam, Kapolres Kep Meranti AKBP Pandra Arsyad (tengah-red) ikut menyanyikan lagu Imlek di panggung hiburan rakyat di seberang kelenteng.

Para penari cantik yang siap menghibur para warga yang hadir memeriahkan Imlek di kelenteng.

Foto Pesona Desa Bokor di Kep Meranti, Dari Durian Sampai Bakau

Kepulauan Meranti di tepi Selat Malaka memiliki Desa Wisata Bokor yang jarang didengar wisatawan. Padahal Bokor punya daya tarik berupa hutan durian, hutan bakau dan desa yang bersih dan rapi.

Kantor Kepala Desa Wisata Bokor. Desa ini terdapat di Pulau Rangsang. Dari Selat Panjang, ibukota Kab Kepulauan Meranti di Pulau Tebing Tinggi, wisatawan harus naik perahu sekitar 15 menit dari Pelabuhan Camat.

Gerbang selamat datang. Jalanan desa tampak begitu rapi dan bersih, tidak terlihat sampah bertebaran. Tampaknya tidak ada mobil di sini kecuali motor dan sepeda.

Pohon-pohon besar dan tinggi itu adalah hutan pohon durian. Usianya sudah sampai sekitar 100 tahun. Pasti asyik untuk wisatawan penggemar durian datang ke sini.

Desa Wisata Bokor tidak berada di tepi laut, melainkan agak masuk ke hulu sungai. Dermaga desanya begitu sederhana, tampak warga desa sedang menyeberangi sungai dengan perahu.

Bokor pun punya daya tarik lainnya yaitu mangrove. Kami menyusuri ke arah hulu sungai untuk menikmati hutan bakau di sana. Sayang laut sedang surut sehingga kami tidak bisa terlalu jauh dari muara.

Jika dibandingkan dengan mangrove di Alas Purwo, Banyuwangi, mangrove di Bokor tidak kalah indahnya. Tapi faunanya lebih sedikit terlihat.

Bangau, kepiting rawa dan ikan glodok saja tidak langsung terlihat di hutan mangrove. Hanya elang laut yang jumlahnya lumayan banyak di sekitar selat.

Foto Ini Tempat Terbaik Melihat Gunung Merapi & Merbabu

New Selo merupakan destinasi wisata dimana traveler bisa menikmati pemandangan 2 gunung sekaligus yaitu Merapi dan Merbabu. New Selo yang ada di Boyolali ini juga menjadi salah satu pintu masuk bagi pendaki Gunung Merapi.

New Selo terletak di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Dari tempat ini traveler bisa melayangkan pandangan untuk mengagumi keindahan Gunung Merapi dan Merbabu.

New Selo berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari basecamp Barameru, Gunung Merapi. Menyusuri jalan beraspal yang menanjak, sesekali kita akan bertemu dengan penduduk setempat yang pulang mencari rumput atau kayu bakar. Pendaki yang memilih jalur Selo saat ke Merapi biasanya akan berhenti dahulu di New Selo sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak

Di New Selo biasanya pengunjung yang tidak berminat untuk mendaki Merapi menghabiskan waktu dengan duduk-duduk sembari minum teh atau kopi panas ditemani gorengan

Pemandangan puncak Gunung Merapi

Ladang-ladang penduduk dengan latar pemandangan Gunung Merbabu

Pemandangan Gunung Merbabu